Skrining Kesehatan Gratis untuk 300 Napi Lapas Pemuda Tangerang Cegah Penyakit Menular

Home blog Skrining Kesehatan Gratis untuk 300 Napi Lapas Pemuda Tangerang Cegah Penyakit Menular
Skrining Kesehatan Gratis untuk 300 Napi Lapas Pemuda Tangerang Cegah Penyakit Menular
Skrining Kesehatan Gratis untuk 300 Napi Lapas Pemuda Tangerang Cegah Penyakit Menular

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Tangerang menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 300 warga binaannya. Langkah ini diambil sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit menular di lingkungan lapas.

Kepala Lapas Pemuda Tangerang, Iyan Irawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin untuk menjaga kesehatan para narapidana. Pemeriksaan meliputi tes darah, tekanan darah, dan konsultasi medis umum.

“Kami bekerja sama dengan Puskesmas setempat untuk memberikan layanan kesehatan yang komprehensif. Dengan skrining ini, kami berharap dapat mendeteksi potensi penyakit sejak awal, sehingga penanganannya bisa lebih cepat dan efektif,” ujar Iyan.

Selain pemeriksaan fisik, petugas kesehatan juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Hal ini dianggap krusial untuk mencegah penularan penyakit seperti tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS yang rentan terjadi di area dengan populasi padat.

Para warga binaan menyambut positif kegiatan ini. Salah seorang narapidana, Andi (bukan nama sebenarnya), mengaku merasa terbantu dengan adanya pemeriksaan gratis. “Biasanya kami sulit berobat karena keterbatasan biaya. Ini sangat membantu,” tuturnya.

Langkah ini juga diapresiasi oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten, Jusman. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang baik merupakan bagian dari hak dasar narapidana yang harus dipenuhi.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di lapas. Tidak hanya pengobatan, tetapi juga pencegahan melalui skrining dan edukasi,” tegas Jusman.

Kegiatan serupa rencananya akan dilakukan secara berkala di seluruh lapas di wilayah Banten. Dengan demikian, diharapkan angka penyakit menular di dalam lapas dapat ditekan seminimal mungkin.