Peningkatan Kasus ISPA Akibat Musim Kemarau dan Kebakaran Hutan: Panduan Perlindungan Diri dari Pakar UGM

Home blog Peningkatan Kasus ISPA Akibat Musim Kemarau dan Kebakaran Hutan: Panduan Perlindungan Diri dari Pakar UGM
Peningkatan Kasus ISPA Akibat Musim Kemarau dan Kebakaran Hutan: Panduan Perlindungan Diri dari Pakar UGM
Peningkatan Kasus ISPA Akibat Musim Kemarau dan Kebakaran Hutan: Panduan Perlindungan Diri dari Pakar UGM

Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, diperparah dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyebabkan peningkatan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan sejumlah strategi perlindungan diri untuk menghadapi kondisi ini.

Penyebab Lonjakan Kasus ISPA

Kebakaran hutan dan lahan menghasilkan polusi partikel halus (PM2.5) yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Partikel ini mudah terhirup dan masuk ke saluran pernapasan, memicu iritasi, peradangan, dan infeksi. Selain itu, debu dan kotoran akibat cuaca kering juga memperburuk kualitas udara, sehingga meningkatkan risiko ISPA.

Strategi Perlindungan Diri dari Pakar UGM

Para ahli dari UGM merekomendasikan beberapa langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi risiko terpapar polusi udara dan terkena ISPA:

  • Gunakan Masker: Kenakan masker, terutama masker N95 atau KN95, saat berada di luar ruangan untuk menyaring partikel berbahaya.
  • Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan: Batasi waktu di luar, terutama saat polusi sedang tinggi pada pagi dan sore hari.
  • Jaga Kualitas Udara Dalam Ruangan: Tutup jendela dan pintu, serta gunakan pembersih udara (air purifier) jika tersedia. Buka ventilasi hanya jika kualitas udara luar membaik.
  • Perbanyak Minum Air Putih: Hidrasi yang cukup membantu menjaga selaput lendir saluran pernapasan tetap lembab dan dapat melawan infeksi.
  • Tingkatkan Daya Tahan Tubuh: Konsumsi makanan bergizi seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres untuk memperkuat sistem imun.
  • Segera Periksa ke Dokter: Jika mengalami gejala ISPA seperti batuk, pilek, demam, atau sesak napas, segera konsultasi ke fasilitas kesehatan.

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu meminimalisir dampak buruk polusi udara dan menekan angka kasus ISPA di tengah musim kemarau dan karhutla.