
Sebanyak 76 ibu hamil di Kabupaten Serang, Banten, terdeteksi mengidap HIV. Temuan ini menjadi perhatian serius bagi pihak terkait untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, dr. Agus Sukmawijaya, mengungkapkan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi dari pemeriksaan rutin yang dilakukan terhadap ibu hamil di wilayah tersebut. “Kami rutin melakukan skrining HIV pada ibu hamil sebagai upaya deteksi dini. Hasilnya, dari Januari hingga November 2024, ditemukan 76 kasus positif,” ujarnya.
Menurut dr. Agus, temuan ini cukup mengkhawatirkan karena HIV dapat menular dari ibu ke bayi selama kehamilan, persalinan, atau menyusui. Namun, dengan penanganan yang tepat, risiko penularan dapat ditekan hingga di bawah 2 persen.
“Ibu hamil yang terdeteksi positif langsung kami berikan terapi antiretroviral (ARV) untuk menekan jumlah virus dalam tubuh. Bayi yang lahir nantinya juga akan mendapatkan profilaksis ARV selama beberapa minggu,” jelas dr. Agus.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Serang juga terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi tentang HIV/AIDS kepada masyarakat, terutama ibu hamil. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan rutin dan pencegahan penularan.
“Kami berharap dengan deteksi dini dan penanganan yang cepat, angka penularan HIV dari ibu ke bayi dapat diminimalkan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk melindungi generasi penerus dari ancaman HIV/AIDS,” pungkas dr. Agus.