
Sebanyak 32 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, kini memiliki kemampuan untuk melakukan pemeriksaan HIV/AIDS. Hal ini merupakan langkah maju dalam upaya deteksi dini dan penanganan penyakit tersebut di daerah terpencil.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, dr. Petrus Wonda, mengungkapkan bahwa sebelumnya hanya sedikit puskesmas yang bisa melakukan tes HIV/AIDS. Namun, dengan adanya pelatihan dan dukungan peralatan dari pemerintah pusat, kini hampir seluruh puskesmas di Nabire siap melayani pemeriksaan tersebut.
“Dengan peningkatan kapasitas ini, kami berharap masyarakat lebih mudah mengakses layanan deteksi HIV/AIDS tanpa harus pergi ke rumah sakit yang jaraknya jauh,” ujar dr. Petrus.
Pemeriksaan HIV/AIDS di puskesmas dilakukan secara gratis dan rahasia. Pasien yang terdeteksi positif akan langsung mendapatkan pendampingan dan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap untuk pengobatan lebih lanjut.
Inisiatif ini sejalan dengan target nasional untuk mengakhiri epidemi AIDS pada tahun 2030. Dengan deteksi dini, penderita HIV/AIDS dapat segera mendapatkan terapi antiretroviral (ARV) sehingga kualitas hidup mereka meningkat dan risiko penularan berkurang.
Masyarakat Nabire diimbau untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan HIV/AIDS di puskesmas terdekat. Deteksi dini adalah kunci utama dalam memutus rantai penularan dan menyelamatkan generasi mendatang.